Sri Mulyani Kenkeu RI

Belajar dari Kisah Hidup Sri Mulyani Kenkeu RI

Salah satu tokoh Indonesia yang berpengaruh dalam kerja kerasnya pada perekonomian bangsa saat ini adalah Sri Mulyani. Sri Mulyani adalah salah satu menteri yang berperan penting dalam memberikan solusi terhadap presiden yang akan mengambil tindakan dan kebijakan tertentu untuk kepentingan Indonesia.

Sebagai seorang menteri keuangan Indonesia saat ini, Sri Mulyani harus mengalami suka duka seperti halnya manusia kebanyakan.

Tak mudah untuk menjabat status menteri hingga dua kali, yakni pada masa jabatan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Namun Sri Mulyani membuktikan keberhasilannya. Dan yuk kita simak secuil kisah hidup Sri Mulyani melalui pembahasan dibawah.

 

Kisah hidup yang dialami Sri Mulyani

Seperti halnya manusia biasa, Sri Mulyani juga mengalami pahit manisnya hidup untuk mencapai tingkat kesuksesan. Perjalanan karir yang ia tempuh cukup panjang dan harus mengalami pasang surut. Namun, dari kisah hidup seseorang inilah kita dapat belajar dan menjadikannya contoh pengalaman hidup.

Dibawah ini adalah beberapa kisah hidup yang dialami Sri Mulyani sebelum ia berhasil menjabat hingga sebagai menteri seperti sekarang ini.

  1. Tumbuh dalam keluarga yang hangat dan menjunjung tinggi pendidikan

Sri Mulyani tumbuh dalam kehangatan keluarga yang saling menyayangi satu sama lain. Ia dan saudara-saudaranya diajarkan untuk bersikap terbuka dan menerima pendapat orang lain.

Selain itu, dalam keluarga Sri Mulyani, pendidikan adalah prioritas utama yang harus dijalankan sehingga tak heran jika Sri Mulyani dan juga saudara-saudaranya kerap menuai prestasi.

Orangtuanya pun yang dulu juga guru besar IKIP Semarang, mendorong Sri Mulyani dan saudara-saudaranya untuk menuntut ilmu hingga sarjana. Bahkan sebagian besar dari mereka menuntut ilmu hingga meraih gelar Master dan Doktor, seperti Sri Mulyani.

  1. Pernah berprofesi sebagai pengajar

Karir Sri Mulyani diawai dengan mengabdikan dirinya sebagai asisten tenaga pengajar di Universitas Indonesia selama sekitar setahun, yaitu pada tahun 1985.

Tidak ada orang yang langsung sampai puncak, semuanya merangkak dari bawah. Begitu juga dengan Sri Mulyani, menjadi tenaga pengajar pun sempat ia tekuni pada tahun 1996 di universitas yang sama.

Saat ia menimba ilmu di Amerika Serikat untuk mengambil gelar doktor di University of lllinois Urbana, Champaign, Sri Mulyani pun sempat mengemban pekerjaan di sana. Ia sempat menjadi asisten profesor di universitas tempat ia menuntut ilmu S3 nya.

  1. Masalah yang diatasi dan dihadapi

Kehidupan dan perjalanan karir seseorang tak selamanya berjalan mulus. Begitupun dengan apa yang dihadapi seorang Sri Mulyani dalam meniti karirnya.

Krisis ekonomi yang cukup parah pada Amerika Serikat beberapa tahun lalu mempengaruhi perkembangan ekonomi Indonesia pula. Sebagai Menteri Keuangan saat itu, Sri Mulyani bekerja keras demi mempertahankan kestabilan ekonomi Indonesia.

Berbagai rapat dan langkah-langkah strategi solusi ia cari selama berhari-hari. Hingga akhirnya beliau pun berhasil mengatasi masalah dari krisis ekonomi global.

Kelegaan menghadapi permasalahan di Indonesia tak berhenti sampai disana. Ia pun dihadapkan pada sebuah masalah dan tuduhan selanjutnya.

Sri Mulyani sempat terbentur dalam dugaan korupsi terkait pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan juga terkait Bank Century yang dianggap sebagai bank gagal karena telah merugikan uang negara. Saat itu Sri Muyani menjabat sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Atas masalah yang terjadi pada tahun 2008 tersebut, Sri Mulyani pun dituding keras oleh DPR. Beliau pun menghadapi persidangan dan mengikut proses aturan yang ada demi terselesaikannya kasus tersebut.

  1. Pernah mengabdikan diri pada Bank Dunia

Lepas dari permasalahan dan tuduhan yang menimpanya, Dunia pun merangkul Sri Mulyani yang seakan terasing. Bank Dunia pun memintanya untuk bekerja di sana.

Sebuah keputusan yang berat untuk menerima tawaran pekerjaan tersebut. Beliau harus bisa membagi waktu dengan keluarga. Ditambah lagi jarak Amerika keberadaan keluarganya yang di Indonesia menjadi pertimbangannya pula.

  1. Keluarga jadi prioritas utama

Meskipun pekerjaannya demi Indonesia cukup berat, beliau tak serta merta tenggelam dengan urusanna sendiri. Ia tetap menomorsatukan keluarga kecilnya dan menjalani peran sebagai seorang ibu dan istri sebagaimana mestinya. Ibu dari tiga anak ini masih tetap memperhatikan dan memantau perkembangan pendidikan dan kehidupan anak-anaknya.

Kisah hidup seorang Sri Mulyani dapat menambah kesadaran dan pelajaran bahwa untuk mencapai titik kesuksesan itu tidaklah mudah. Ada lika liku kemudahan dan kesulitan yang harus dihadapi seseorang yang ingin menuju titik tersebut. Sudahkah Anda mencapai titik yang sama dengan beliau?